Rabu, 27 Maret 2013

Pemasaran Hilostik



Perkembangan IPTEK dasawarsa ini telah menuntut para pemasar untuk merumuskan suatu ramuan pemasaran yang lebih lengkap dan melampaui aplikasi tradisional atas konsep pemasaran. Konsep pemasaran holistik mugkin adalah salah satu jawaban dari tantangan pemasaran tersebut.

Konsep pemasaran holistik didasarkan pada pengembangan, perancangan, dan implementasi program pemasaran, proses pemasaran, dan kegiatan-kegiatan pemasaran yang mengakui keluasan dan interdependensi mereka. Pada pemasaran ini segala sesuatu bias terjadi dalam pemasaran, pandangan perspektif pun tentang pemasaran jauh lebih luas pada pemasaran holistik. Terdapat empat komponen pada pemasaran holistic yakni : Pemasran Relasi, Pemasaran Terpasu, Pemasaran Internal, adan Pemasaran yang berrtanggung jawab.

1. Pemasaran Relasi
Pemasaran relasi merupakan pemasaran yang mengembangkan hubungan agar bertahan lama dan mendalam dengan semua orang dan organisasi yang dapat secara langsung atau tidak langsung memengaruhi keberhasilan dari kegiatan pemasaran perusahaan. Pemasaran relasi mempunyai tujuan membangun hubungan jangka panjang yang saling memuaskan dengan pihak-pihak yang memiliki kepentingan utama (pelanggan, pemasok,distributor) dalam rangka mendapatkan serta mempertahankan preferensi dan kelangsungan bisnis jangka panjang mereka.

Pemasaran relasi mencakup pengolahan jenis hubungan yang tepat dengan kelompok konstituen yang tepat. Pemasaran tidak hanya harus melakukan manajemen relasi pelanggan melainkan juga manajemen relasi mitra. Empat konstituen utama untuk pemasaran adalah pelanggan, karyawan, mitra (saluran, pemasok, distributor, dealer, agen), dan para anggota komunitas keuangan (pemegang saham, investor, analis).

Hasil akhir dari pemasaran relasi adalah terbentuknya jaringan pemasaran. Jaringan perusahaan ini terdiri dari perusahaan dan dan para stakeholder yang dengan sendirinya perusahaan membangun hubungan bisnis timbale balik yang saling menguntungkan satu sama lain. Prinsipnya sangat sederhana yakni : “ Bangunlah suatu jaringan relasi yang efektif dengan para stskeholder dan laba pun nanti akan menyusul”.

Hubungan yang baik dengan para stakeholder ini pun akan mencapai pertumbuhan yang mampu menghasilkan laba melalui perebutan pangsa pasar yang lebih besar dari pengeluaran setiap pelanggan dengan membangun kesetian pelanggan yang lebih tinggi dan berfokus pada nilai masa hidup pelanggan.


2. Pemasaran Terpadu
Pemasaran tepadu merupakan pemasaran yangmerencanakan kegiatan pemasaran dna merakit program pemasaran yang sepenuhnya terpadu untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan menyerahkan nilai bagi konsumen. Program pemasaran dari ejumlah keputusan tentang kegiatan pemasaran yang meningkatkan nilai untuk digunakan. Kegiatankegiatan pemasaran tampil dalam semua bentuk. Yang paling lazim digunakan dalam pemasaran adalah dari segi bauran pemasaran. 

Bauran pemasraan merupakan alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mengejar pemasarannya. McCarty mengklasifikasikan bauran pemasaran ini menjadi empat yakni : Place/ tempat, Price/ harga, product/ produk, dan promotion/ promosi.

a. Produk
Produk merupakan segala sesuatu yang berupa barang dan jasa yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi guna memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan terhadap konsumen. Di dalam strategi bauran pemasaran, produk merupakan unsur yang paling penting, karena dapat mempengaruhi strategi pemasaran lainnya. Tujuan utama dari produk adalah untuk dapat mencapai sasaran pasar yang dituju dengan meningkatkan kemampuan bersaing atau mengatasi persaingan.

b. Harga
Harga merupakan sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli produk atau mengganti hak milik produk. Oleh karena menghasilkan penerimaan penjualan, maka harga mempengaruhi tingkat penjualan, tingkat keuntungan, serta share pasar yang dapat dicapai oleh perusahaan.
Dalam penetapan harga perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya, baik langsung maupun tidak langsung. Faktor yang mempengaruhi secara langsung adalah harga bahan-baku, biaya produksi, biaya pemasaran, adanya peraturan pemerintah dan faktor lainnya. Faktor yang tidak langsung, namun erat hubungannya dalam penetapan harga, adalah harga produk sejenis yang dijual oleh para pesaing, pengaruh harga terhadap hubungan antara produk subtitusi dan komplementer, serta potongan untuk para penyalur dan konsumen.
Oleh karena itu, seorang produsen harus memperhatikan dan memperhitungkan faktor-faktor tersebut di atas di dalam penentuan kebikajakan harga yang akan ditempuh, sehingga nantinya dapat memenuhi harapan produsen itu untuk dapat bersaing dan kemampua perusahaan mempengaruhi konsumen.

c. Promosi
Promosi merupakan berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel promosi meliputi antara lain sales promotion, advertising, sales force, public relation, and direct marketing.
  • Advertising, yaitu semua bentuk presentasi nonpersonal dan promosi ide, barang, atau jasa oleh sponsor yang ditunjuk dengan mendapat bayaran.
  • Sales promotion, yaitu insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau pembelian produk dan jasa.
  • Public relations and publicity, yaitu berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan dan/atau melindungi citra perusahaan atau produk individual yang dihasilkan.
  • Personal selling, yaitu interaksi langsung antara satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan melakukan penjualan.
  • Direct marketing, yaitu melakukan komunikasi pemasaran secara langsung untuk mendapatkan respon dari pelanggan dan calon tertentu, yang dapat dilakukan dengan menggunakan surat, telepon, dan alat penghubung nonpersonal lain.

d. Tempat
Tempat yang dimaksud adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage, assortments, locations, inventory, dan transport. Produk tidak banyak artinya bagi pelanggan apabila tidak tersedia pada saat dan tempat ia diinginkan.
Produk mencapai pelanggan melalui saluran distribusi (distribution channel). Saluran disrtibusi adalah rangkaian perusahaan atau individu mana pun yang ikut serta dalam arus barang dan jasa dari produsen kepada pemakai akhir atau konsumen.

3. Pemasaran Internal
Pemasaran internal merupakan pemasaran yang mana setiap orang dalam organisasi menganut prinsip pemasaran memadai. Tugas pemasaran internal adalah merekrut, melatih, dan memotivasi karyawan yang mampu untuk melayani pelanggan dengan lebih baik.

4. Pemasaran yang bertanggung jawab social
Pemasaran disini maksudnya adalah pemasaran yang bertanggung jawab social dan memahami masalah masalah yang lebih luas  terkait dengan konteks etnis, lingkungan hidup, hokum dan social dari kegiatan dan program pemasaran.
















 

Jumat, 15 Maret 2013

Lingkungan Pemasaran



Lingkungan Pemasaran adalah lingkungan perusahaan yang terdiri dari pelaku dan kekuatan di luar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang berhasil dengan pelanggan sasaran. Perusahaan harus terus melakukan pengamatan secara terus menerus dan beradaptasi dengan lingkungan yang bersifat kompleks dan terus berubah-ubah. Dengan mempelajari lingkungan, perusahaan dapat menyesuaikan strategi perusahaan untuk memenuhi tantangan dan peluang pasar yang baru. Lingkungan Pemasaran terdiri dari:

1.  Lingkungan Mikro Perusahaan

Lingkungan Mikro Perusahaan merupakan pelaku yang dekat dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melayani pelanggan nya. Lingkungan mikro perusahaan terdiri dari: perusahaan, pemasok, perantara pemasaran, pasar pelanggan, pesaing, dan masyarakat. 

  1. Perusahaan Dalam merancang rencana pemasaran, manajemen pemasaran memperhitungkan kelompok dalam perusahaan seperti manajemen puncak, keuangan, riset dan pengembangan, pembelian, operasi, akuntansi. Semua kelompok saling berhubungan membentuk lingkungan internal. Kelompok-kelompok ini bekerja sama secara harmonis untuk memberikan nilai dan kepuasan pelanggan yang unggul.
  2. Pemasok Pemasok membentuk hubungan penting dalam keseluruhan sistem penhantar nilai perusahaan. Pemasok menyediakan sumber daya yang diperlukan oleh perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasanya. Masalah pemasok sangat mempengaruhi pemasaran karena apabila pemasok masalah akan mengurangi penjualan perusahaan dan mengurangi nilai kepuasan pelanggan.
  3. Perantara Pemasaran Perantara pemasaran membantu perusahaan mempromosikan, menjual, dan mendistribusikan produknya ke pembeli akhir. Perantara pemasaran meliputi penjual perantara, perusahaan distribusi fisik, agen jasa pemasaran, dan perantara keuangan.
  4. Pelanggan Perusahaan harus mempelajari lima jenis pasar pelanggan secara lebih dekat:
  5. Pesaing Konsep pemasaran yang berhasil apabila perusahaan dapat menyediakan nilai dan kepuasan pelanggan yang lebih besar daripada pesaing. Oleh karena itu, perusahaan harus menyesuaikan pemasaran dengan kebutuhan konsumen sasaran. Perusahaan juga harus memiliki strategi penawaran yang lebih kuat dari penawaran pesaing dalam pikiran konsumen.
  6. Masyarakat Masyarakat adalah kelompok yang mempunyai potensi kepentingan atau kepentingan nyata, atau pengaruh pada kemampuan organisasi untuk mencapai tujuannya. Ada tujuh tipe masyarakat: Masyarakat keuangan, masyarakat media, masyarakat pemerintah, masyarakat Lembaga Swadaya Masyarakat, masyarakat local, masyarakat umum, masyarakat internal


2. Lingkungan Makro Perusahaan

Lingkungan Makro perusahaan merupakan kekuatan social yang lebih besar yang mempengaruhi lingkungan mikro perusahaan. Lingkungan makro perusahaan terdiri dari: Lingkungan demografis, ekonomi, alam, teknologi, politik, dan budaya.
  1. Lingkungan Demografis  Demografi adalah studi kependudukan manusia menyangkut ukuran, kepadatan, lokasi, usia, jenis kelamin, ras, lapangan kerja, dan data statistic lain. Lingkungan demografi menjadi minat utama perusahaan karena lingkungan demografis menyangkut masyarakat, dan masyarakat membentuk pasar.
  2. Lingkungan Ekonomi  Lingkungan ekonomi adalah factor-faktor yang mempengaruhi daya beli dan pola pengeluaran konsumen. Suatu bangsa mempunyai tingkat dan distribusi pendapatan yang sangat beragam. Sejumlah negara mempunyai ekonomi subsisten-negara mengkonsumsi hasil pertanian dan industrinya sendiri. Negara-negara menawarkan peluang pasar yang kecil. Ekonomi industry-menawarkan pasar yang kaya untuk berbagai jenis barang yang berbeda.
  3. Lingkungan Alam  Lingkungan alam memperlihatkan kekurangan potensial dari bahan baku tertentu, biaya energi yang tidak stabil, tingkat populasi yang meningkat, dan gerakan “hijau” yang berkembang untuk melindungi lingkungan.
  4. Lingkungan Teknologi  Lingkungan teknologi adalah kekuatan yang menciptakan teknologi baru, menciptakan produk, dan peluang pasar, yang baru. Teknologi telah menciptakan benda-benda yang mengagumkan seperti antibiotic, pembedahan robotic, alat-alat elektronik mini, komputer, laptop, dan internet. Dengan adanya teknologi baru maka akan menciptakan pasar dan peluang baru.<
  5. Lingkungan Politik  Keputusan pemasaran sangat dipengaruhi oleh perkembangan-perkembangan dalam lingkungan politik. Lingkungan politik terdiri dari hukum, badan pemerintah, dan kelompok LSM yang mempengaruhi atau membatasi berbagai organisai dan individu di dalam masyarakat tertentu.
  6. Lingkungan Budaya  Lingkungan budaya terdiri dari institusi dan kekuatan lain yang mempengaruhi nilai dasar, persepsi, selera, dan perilaku masyarakat. Manusia tumbuh dalam masyarakat tertentu yang membentuk keyakinan dan nilai dasarnya. Karakteristik budaya yang mempengaruhi pengambilan keputusan pemasaran adalah: Keteguhan pada nilai-nilai budaya dan perubahan dalam nilai budaya sekunder.

Sumber : Wikipedia

Sepuluh Kaidah Pemasaran Radikal

dikutip dari buku Manajemen Pemasaran edisi 12 karangan Philiph Kotler edisi bahasa indonesia terbitan Indeks tahun 2007, bagian 1 : Memahami Manajemen Pemasaran Bab Mendefinisikan Pemasaran Abad 21 Hal 16 perihal Memo Pemasaran. 

Dalam buku Radical Marketing, Sam Hill dan Glenn Rifkin membentangkan satu perangkat pedoman prespektif yang dapat membantu perusahaan lain menandingi pemasaran radikal.


  1. CEO harus memiliki fungsi pemasaran. CEO pemasar radikal tidak pernah mendelegasikan tanggung jawab pemasaran.
  2. Pastikan bahwa departemen pemasaran yang dari awalnya kecil dan datar, dan harus dipertahankan tetap kecil dan datar. CEO tidak harus membiarkan lapisan manajemen bertumbuh begitu besar sehingga memperbesar jarak mereka dari pasar.
  3. Berhadapanlah dengan yang paling berarti---pelanggan. Pemasar radikal menyadari keuntungan yang didapatkan dari interaksi langsung dengan pelanggan.
  4. Gunakan riset pasar secara hati-hati. Para pemasar radikal lebih menyukai teknik akar rumput.
  5. Pekerjakan hanya misionaris yang bergairah, bukan pemasar. Pemasar radikal "tidak memiliki pemasar, mereka memiliki misionaris".
  6. Cintailah dan hargailah pelanggan Anda sebagai individu, bukan sebagai nomor-nomor dalam spreadsheet. Para pemasar radikal mengakui bahwa para pelanggan inti bertanggung jawab untuk banyak sekali keberhasilan perusahaan mereka.
  7. Ciptakan suatu komunitas pelanggan. Pemasar radikal "mendorong pelanggan mereka memikirkan diri mereka sebagai komunitas, dan memikirkan merk sebagai pemersatu komunitas itu".
  8. Pikirkan kembali bauran pemasaran. Sebagai contoh, pemasar radikal menggunakan "iklan terobos langsung" dengan ciri-ciri kampanye iklan yang singkat dan bersasaran.
  9. Perhatikan pendapat umum dan bersainglah dengan para pesaing lebih besar tanpa gagasan pemasaran yang segar dan berbeda. Pemasar radikal, misalnya, membatasi distribusi untuk menciptakan kesetiaan dan komitmen di kalangan distributor dan pelanggan mereka.
  10. Setialah terhadap merk. Pemasar radikal "obsesif tentang keterpaduan merek, dan mereka terpatok pada mutu".  

Rabu, 13 Maret 2013

Pertanyaan yang sering diajukan pemasar

dikutip dari buku Manajemen Pemasaran edisi 12 karangan Philiph Kotler edisi bahasa indonesia terbitan Indeks tahun 2007, bagian 1 : Memahami Manajemen Pemasaran Hal 6 perihal Memo Pemasaran. 


Pertanyaan Yang Sering Diajukan Pemasar
  1. Bagaimana cara mengenali dan memilih segmen pasar yang tepat untuk dilayani?
  2. Bagaimana cara mendiferensiasikan tawaran kita terhadap tawaran pesaing?
  3. Bagaimana cara menghadapi pelanggan yang mendesak kita untuk menurunkan harga?
  4. Bagaimana cara bersaing dengan para pesaing yang berbiaya rendah, berharga rendah di dalam dan luar negeri?
  5. Sejauh mana cara menyesuaikan tawaran kita supaya pas dengan kebutuhan masing-masing pelanggan?
  6. Cara-cara penting apa yang dapat menumbuhkan bisnis kita?
  7. Bagaimana cara membangaun merk atau brand yang lebih kuat?
  8. Bagaimana cara kita mengurangi biaya dalam rangka memahami pelanggan?
  9. Bagaimana cara menjaga pelanggan kita supaya tetap setia dalam periode yang panjang.?
  10. Bagaimana cara menetapkan pelanggan mana yang lebih penting?
  11. Bagimana caranya mengukur lamanya pengembalian modal yang diinvestasikan dalam iklan, promosi penjualan, dan public relation?
  12. Bagaimana cara memperbaiki produktivitas tenaga penjual?
  13. Bagaimana cara membangun saluran pemasaran ganda dan mengelola konflik saluran?
  14. Bagaimana cara membuat departemen-departemen lain perusahaan di kita menjadi lebih berorientasi kepada pelanggan?

Tentang Pemasar

Dalam sebuah pemasaran, tentu ada orang-orang yang bergerak atau bekerja dalam pemasaran. Orang itu disebut sebagai pemasar. Menurut Philiph Kotler, pemasar adalah seorang yang mencari tanggapan (perhatian,pembelian, suara, donasi) dari pihak lain yang disebut sebagai prospek.

Di dalam pemasaran seorang pemasar haruslah terampil dalam merangsang permintaan akan produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Seorang pemasar dalam pemasaran harus bertanggung jawab atas manajemen permintaan. Menurut Philiph Kotler dalam bukunya Manajemen Pemasaran menyebutkan, setidaknya ada delapan kemungkinan status dalam permintaan, yakni permintaan negatif, permintaan non eksisten, permintaan laten, menurunkan permintaan, permintaan teratur, permintaan penuh, permintaan berlebih dan permintaan tidak menyeluruh.

1. Permintaan Negatif
Keadaan permintaan ini pada pemasaran yakni ketika konsumen tidak menyukai produk dan bahkan mungkin membayar harga untuk menghindarinya.

2. Permintaan non eksisten
Keadaan permintaan ini pada pemasaran yakni ketika konsumen mungkin tidak sadar atau tidak tertarik pada produk yang dihasilkan perusahaan.

3. Permintaan Laten
Keadaan permintaan ini pada pemasaran yakni ketika konsumen bisa berbagi kebutuhan yang kuat yang tidak dapat dipuaskan oleh sebuah produk yang ada.

4. Permintaan Turun
Keadaan permintaan pada pemasaran yakni konsumen mulai tidak terlalu sering atau sama sekali tidak membeli produk.

5. Permintaan Tidak Teratur
Keadaan permintaan pada pemasaran yakni ketika pembelian konsumen bervariasi berdasarkan musim, bulan, minggu, hari, atau bahkan jam.

6. Permintaan Penuh
Keadaan permintaan pada pemasarana yakni ketika konsumen membeli semua produk yang ditempatkan di pasar.

7. Permintaan Berlebih
Keadaan permintaan ini pada pemasaran yakni ketika konsumen yang ingin membeli produk lebih banyak dari pada yang dapat di puaskan.

8. Permintaan Tidak Mungkin
Keadaan permintaan ini pada pemasaran yakni ketika konsumen mungkin tertarik pada produk yang memiliki konsekuensi sosial yang tidak diinginkan.

Selasa, 12 Maret 2013

Apa Yang Dipasarkan dalam Manajemen Pemasaran ?



Setelah kita mengetahui apa itu pemasaran, selanjutnya kita juga harus mengetahui apa saja yang dipasarkan dalam manajemen pemasaran. Menurut Philip Kotler, orang pemasaran terlibat dalam memasarkan sepuluh jenis entitas yang berbeda: barang, jasa, pengayaan, pengalaman, acara khusus, orang, tempat, kepemilikan, organisasi, informasi, dan gagasan. Kesepuluh entitas tadi merupakan entitas-entitas yang pada umumnya menggunakan manajemen pemasaran modern dalam pengelolaannya.


1. Barang
Barang-barang fisik merupakan bagian yang terbesar dari produksi dan usaha pemasaran dari kebanyakan negara. Perusahaan-perusahaan di dunia kebanyakan memasarkan barang yang mereka produksi dari mulai makanan,  alat transportasi, pakaian, perlengkapan rumah tangga dan masih banyak lagi barang lainnya. Pemasaran tidak hanya dilakukan oleh perusahaan yang memproduksi barang saja,bahkan kini dengan perkembangan informasi dan teknologi, individu mulai memasarkan barang-barang melalui berbagai media terutama internet yang merupakan media termurah dan sarana pemasaran yang cukup efektif dewasa ini.

2. Jasa
Dewasa ini ketika pertumbuhan ekonomi semakin maju, terjadi peningkatan proporsi produksi jasa dalam kegiatan ekonomi. Jasa mencakup hasil kerja perusahaan-perusahaan penerbangan, hotel, sewa mobil, transportasi, pendidikan, bahkan sampai jasa-jasa tenaga profesional seperti akuntan, konsultan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Kesemua produk jasa ini membutuhkan pemasaran yang efektif guna mendapatkan klien mereka sehingga dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya. Pemasaran dilakukan di antaranya untuk mendapat kepercayaan dari para pelanggan selaku pengguna jasa dari perusahaan.

3. Acara Khusus (event)
Pemasaran juga digunakan untuk memasarkan acara-acara khusus guna menyebarkan kepada khalayak ramai bahwa sedang terjadi acara khusus tersebut. Sebagai contoh, pada acara olah raga seperti liga sepak bola. Pemasaran berperan penting untuk membantu penyelenggara liga dalam hal ini perusahaan penyelenggara agar diketahui oleh khalayak ramai dan banyak orang yang menonton acar liga tersebut. Dengan rating penonton yang tinggi,memungkinkan penyelenggara untuk mendapatkan lebih banyak sponsor yang mau membiayai mereka untuk menyelenggarakan acara liga tersebut.

4. Pengalaman
Dengan merangkai beberapa jasa dan barang, seseorang dapat menciptakan, menggelar, dan memasarkan pengalaman. Sebagai contoh adalah Taman Impian Jaya Ancol, di sini ditawarkan kepada konsumen berbagai pengalaman rekreasi dari mulai bermain di dunia fantasi,melihat ikan di akuarium sea World Indonesia, menikmati indahnya pantai Ancol, dan masih banyak lagi pengalaman yang ditawarkan. Pada intinya pemasaran juga dapat digunakan untuk memasarkan pengalaman-pengalaman tersebut kep[pada masyarakat baik itu untuk tujuan komersial maupun tujuan non komersial.  

5. Orang
Dewasa ini peran publik figur sudah amat penting di masyarakat kita. Dari mulai tokoh politik, artis, penyanyi, grup musik, olahragawan, seniman, bahkan sampai dokter dan pengacara. Kesemua orang-orang ini membutuhkan pemasaran yang mengelola mereka sehingga mereka tetap dibutuhkan oleh masyarakat sehingga karier mereka pun akan terus berlanjut.

6. Tempat
Kota, negara, wilayah, provinsi, dan bangsa-bangsa berlomba-lomba untuk menarik turis, wisatawan, investor, pabrik,kantor, dan tempat tinggal baru. Pemasaran berperan sangat penting untuk menarik  kesemua orang-orang itu. Sebagai contoh, Uni Emirat Arab berusaha mengembangkan industri properti di negara mereka sebagai salah satu upaya pemasaran untuk menarik wisatawan dan investor asing yang mau menanamkan modal di negara mereka.

7.  Properti
Properti adalah hak kepemilikan tak berwujud, baik itu berupa benda nyata (real estate) atau finansial (saham dan obligasi). Properti itu diperjualbelikan dan itu menuntut adanya pemasaran. Agen real estate bekerja atas nama pemilik atau pencari properti guna menjual atau membeli real estate untuk keperluan komersial atau tempat tinggal. Perusahaan investasi dan Bank memasarkan sekuritas, baik itu kepada investor yang bersifat kelembagaan ataupun perseorangan.

8. Organisasi
Organisasi secara aktif bekerja untuk membangun citra yang baik, kuat dan menyenangkan dalam pikiran masyarakat publik mereka. Organisasi-organisasi baik itu komersial ataupun non komersial ini menggunakan pemasaran untuk mendorong citra publik mereka dan bersaing untuk mendapatkan khalayak dan dana.  

9. Informasi
Informasi dapat diproduksi dan dipasarkan sebagai sebuah produk. Dari mulai berita, pendidikan, pelatihan, dan informasi lainnya menggunakan pemasaran untuk mendapatkan perhatian publik agar mereka mau menggunakan informasi yang mereka produksi. 

10. Gagasan
Setiap penawaran pasar mencakup suatu gagasan dasar. Charley Revson dari Revlon mengamati, “ di pabrik,kami membuat kosmetik,di toko kami menjual harapan”.Produk dan jasa adalah platform untuk menyerahkan beberapa gagasan atau manfaat. Pelaku pemasaran sosial sibuk mempromosikan gagasan-gagasan, seperti “katakan tidak pada narkoba”, Selamatkan Hutan Kita”.     

Apa itu Pemasaran ?


Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita sering mendengar kata pemasaran. Baik itu dalam tajuk berita, iklan di TV, lingkungan pekerjaan, atau bahkan dalam obrolan ringan bersama teman-teman. Namun jika dikaji lebih dalam, apa itu pemasaran?

Asosiasi Pemasaran Amerika mengartikan “Pemasaran adalah satu fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan menyerahkan nilai kepada pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan para pemilik sahamnya. Dalam hal ini kita bisa melihat pemasaran sebagai sebuah fungsi dari organisasi yang berusaha agar hubungan yang baik terjalin antara produsen dalam hal ini organisasi yang bersangkutan dengan konsumen atau pelanggannya. Dengan adanya pemasaran, diharapkan para pelanggan akan tetap setia mengonsumsi barang yang dihasilkan oleh produsen.

Jika kita berbicara tentang organisasi, sudah tentu ada proses manajemen yang berlangsung di sana. Jadi dalam hal ini pemasaran akan berkembang maknanya menjadi Manajemen pemasaran. Philip Kotler mengartikan Manajemen pemasaran sebagai seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan mendapatkan, menjaga, dan menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan, menyerahkan dan mengomunikasikan nilai pelanggan yang unggul.

Menurut definisi manajerial, pemasaran sering digambarkan sebagai “seni menjual produk”. Kita sering menganggap penjualan itu adalah hal terpenting dalam pemasaran, padahal sebenarnya tidak. Penjualan hanyalah bagian kecil dari proses pemasaran. Peter Drucker mengatakan :
”Orang dapat mengasumsikan akan selalu ada kebutuhan penjualan. Akan tetapi, tujuan pemasaran bukan untuk memperluas penjualan hingga ke mana-mana. Tujuan pemasaran adalah mengetahui dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk atau jasa itu cocok dengan pelanggan dan selanjutnya menjual dirinya sendiri. Idealnya, pemasaran hendaknya menghasilkan seorang pelanggan yang siap untuk membeli. Semua yang dibutuhkan selanjutnya adalah menyediakan produk atau jasa itu.

Kita lihat kasus yang terjadi pada Apple yang mengeluarkan iPad, barang tersebut langsung diserbu pembeli. Hal tersebut terjadi karena pada saat itu iPad merupakan produk elektronik yang benar-benar barang yang tepat dibutuhkan konsumen. iPad tersebut merupakan barang yang tepat hasil dari rancangan kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh Apple.